Rabu, 03 Juni 2009

Kata Mutiara

• Jangan menyesali apa yang pernah datang dan pergi dalam kehidupanmu, karena hidup harus berorientasi ke depan. Masa lalu yang hitam, hanya akan semakin legam bila ditangisi. Omong kosong kalau kesalahan akan diampuni dengan penyesalan, dia hanya bisa diperbaiki dengan tindakan yang benar mulai detik ini ke depan.
• “Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow.”
• Life is too short to be spent for looking for a perfect one to love. But there are enough time to create it, to start building it. If you can’t be with the one you love, love the one you’re with.
• You know now, why we say making love, not finding love. The sleeping beauty waiting for a knight to kiss her, was a fairy tale of yesterday. You’re beautiful, but sleeping is no more enough for today.
• A successful long relationship, a great marriage, requires falling in love many times, deeper and stronger in each day, always with the same person
• Tak sulit bagi api menjadi panas, semudah air menjadi basah. Tapi alangkah sulitnya bagi manusia menjadi manusia
• live free or let die!
• Untuk mencuri hati, kau hanya perlu tau apa yang membuatnya tertawa, tetapi untuk mempertahankannya, kau harus mengerti apa yang akan membuatnya menangis
• Kita selalu saja lupa, kebahagiaan bukanlah mendapatkan apa yang sebelumnya tak kita punya, tetapi menyadari dan menghargai apa yang sudah ada. Sederhana? Itulah masalahnya, kita selalu lupa kebenaran yang sederhana, padahal semua kebenaran sederhana
• Belajarlah melepas, baik kebahagiaan maupun kepedihan. Dalam momen paling ceria, atau saat paling luka, ingatkan diri kita bahwa, “pada saatnya, semua ini pasti berlalu”
• Kedewasaan tampaknya memang tentang kemampuan menyesuaikan dan merasakan diri, bukan soal ilmu pengetahuan, atau kecerdasan yang mengundang decak kekaguman.
• Haruskah aku tersenyum penuh bahagia karena menjadi sahabatmu, atau menangis dalam perih derita, karena tak bisa lebih dari itu.
• Menyerah, tak selalu berarti kau lemah. Bisa juga itu sebuah bukti, kau cukup kuat untuk membiarkannya pergi, karena seperti kaca, kadang lebih baik membiarkannya retak dan pecah, daripada memaksakannya menyatu lagi. Kau bisa luka. Dan sebuah luka baru, celakanya, akan menebar perih ke luka lama yang sebelumnya sudah mulai kau lupakan.
• Cobalah mencintai seseorang, bukan sekadar mengharap kamu akan mendapat sesuatu dari dirinya. Cintailah dia karena dia. Bukan sekadar karena bening matanya menenggelamkanmu dalam samudera rasa tak terperikan, apalagi cuma karena bau tubuhnya membangkitkan saraf-saraf birahimu. Tetapi dengan penerimaan pada kompleksitas dan kerumitan dirinya, pada kekurangan dan ketidaksempurnaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar